Gips adalah bahan lunak buatan yang memiliki tipe mineral karena tidak dapat larut oleh air. Bentuknya yang padat walaupun dicelupkan kedalam air dalam waktu yang lama maka sifat padatnya tidak akan berubah. Bahan ini terdiri dari mineral karbonat, nitrat, borat, sulfat maupun zat hidrat kalsium sulfat. Produk kerajinan dari bahan lunak buatan ini memerlukan cetakan agar terbentuk dengan baik. Bahan pembuatnya juga beragam seperti silicone rubber dan plastisin. Jenis bahan lunak berupa plastisin merupakan jenis bahan yang mudah dicari.
Kerajinan rajut adalah metode membuat kain, pakaian atau perlengkapan busana dari benang rajut. Berbeda dari menenun yang menyilangkan dua jajaran benang yang saling tegak lurus, merajut hanya menggunakan sehelai benang. Dalam perkembangan zaman, merajut tidak hanya digunakan untuk metode membuat pakaian saja. Berbagai macam kerajinan tangan seperti tas, dompet, dan sebagainya bisa dibuat dengan cara merajut.
Membuat
kerajinan rajut tidak semudah seperti membuat kerajinan tangan yang
lain. Kerajinan rajut membutuhkan teknik dan kemampuan tersendiri.
Teknik ini digunakan jika kita ingin membentuk suatu bentuk tertentu
dari rajut. Selain teknik dan kemampuan, membuat kerajinan rajut juga
dibutuhkan ketekunan. Tanpa ketekunan orang sehebat apapun tidak akan
bisa membuat kerajinan rajut.
Dasar Membuat Kerajinan Rajut
Sebelum membahas tentang teknik
merajut, kita harus memahami dulu dasar-dasar merajut. Pengetahuan
dasar ini akan membantu kita saat kita nanti mempelajari teknik teknik
merajut. Jika kita ingin membuat kerajinan rajut, maka kita perlu alat
yang bisa digunakan untuk mempermudah kita dalam merajut. Berikut
peralatan merajut yang sering digunakan :
1. Hook/hakken/hakpen/jarum rajut
Jarum
rajut digunakan sebagai alat untuk membentuk rajutan dengan cara
mengkaitkan sebuah benang sesuai pola. Ada banyak ukuran jarum rajut
yang beredar di pasaran. Setiap ukuran yang tertera di jarumnya
menandakan lebar dari pengaitnya. Ukuran pengait yang kita gunakan akan
mempengaruhi kerapatan dari hasil rajutan kita. Jika kita ingin membuat
rajutan yang agak renggang, kita bisa menggunakan hook/jarum yang
memiliki ukuran pengait yang lebih lebar. Sebaliknya jika kita ingin
membuat rajutan yang rapat, maka kita bisa menggunakan hook/jarum dengan
pengait yang kecil.
Ukuran pengait pada jarum bisa kalian
sesuaikan dengan benang yang kalian pakai. Berikut rekomendasi dari
zonakreatif.com untuk penggunaan benang dan ukuran hakpen yang
disarankan: 1. Nomor 1/0 untuk benang katun ukuran 5 2. Nomor 2/0 “ 3/0 untuk benang katun nomor 10, benang rayon, benang wol 2 ply, benang wol lokal. 3. Nomor 4/0 “ 5/0 untuk benang katun nomor 10 “ 30, benang wol 4 ply, benang softly cotton 4 ply 4. Nomor 5/0 “ 6/0 untuk benang softly cotton 5 “ 6 ply, benang katun nomor 30 5. Nomor 6/0 “ 7/0 untuk benang softly cotton 8 ply 6. Nomor 7/0 “ 8/0 untuk benang wol katun tebal (soft worsted yarn, benang bulky 10-12 ply)
2. Benang Rajut
Benang
merupakan bagian penting dari kerajinan rajut. Karena ini merupakan
bahan utama yang mempengrauhi kualitas hasil rajutan kita. Berikut
berbagai jenis benang yang bisa kita gunakan untuk membuat kerajinan
rajut:
– Benang Katun
Iklan Lewat
Benang
Katun adalah benang rajut yang terbuat dari serat alami (kapas). Benang
ini biasa digunakan oleh pemula atau yang masih baru pertama kali
belajar merajut. Benang katun memiliki sifat dingin, ringan dan memiliki
banyak variasi warna. Bisa digunakan untuk membuat berbagai pernik
sulam, seperti tas, dompet, taplak meja, dan lainnya.
– Benang Mabel
Memiliki
tekstur dan terbuat dari bahan yang halus, lembut dan jatuh daripada
katun biasa. Warna dari benang mabel juga kelihatan lebih mengkilap jika
dibandingkan dengan katun biasa. Ukuran diameternya sama seperti katun
ICT biasa. Benang ini biasa digunakan untuk membuat rajutan seperti
taplak, syal, sarung bantal, tempat tisu dan rompi.
– Benang Nylon
Benang
nylon atau nilon memiliki tekstur yang keras serta mengkilap. Benang
ini memiliki tekstur yang keras atau kaku sehingga benang ini sangat pas
digunakan untuk membuat tas ataupun dompet. Benang nilon ukuran kecil
juga bisa digunakan untuk membuat aksesoris atau pernak-pernik.
– Benang Acrylic/Woll Sintetis
Benang
ini bukan merupakan benang yang dibuat dari serat alami. Namun benang
jenis ini memiliki banyak warna yang menarik. Di Indonesia, benang jenis
ini sering juga disebut sebagai benang wol. Padahal benang acrylic
berbeda dari benang wol. Benang acrylic ini banyak diminati karena
harganya yang terjangkau untuk para pemula yang ingin belajar merajut.
– Benang Rayon
Benang rayon merupakan salah satu jenis benang rajut yang terbuat dari bahan semi sintesis. Sifat dari Benang rayon adalah kaku dan tidak mudah kusut. Benang ini memiliki kesan jatuh dan adem saat dipakai karena memiliki tekstur yang halus dan lembut. Benang rayon cocok jika digunakan untuk membuat rajutan seperti rompi, baju, cardigan, syal, scraf, pashmina dan perlengkapan bayi.
– Benang Polyester
Benang polyester merupakan benang yang dibuat dari bahan 100% serat polyester. Sifat benang polyester adalah ringan, mengkilat, kuat, elastis, tidak mudah kusut dan tidak mudah luntur. Namun benang ini tidak cocok jika digunakan untuk membuat kerajinan rajut fashion karena benang polyester memiliki daya serap rendah sehingga tidak menyerap keringat. Benang ini cocok jika digunakan untuk bahan merajut tas, dompet, taplak, bros dan sebagainya.
Lempung atau tanah liat adalah partikel mineral berkerangka dasar silikat yang berdiameter kurang dari 4 mikrometer. Lempung mengandung leburan silika dan/atau aluminium yang halus. Unsur-unsur ini, silikon, oksigen, dan aluminium adalah unsur yang paling banyak menyusun kerak bumi. Lempung terbentuk dari proses pelapukan batuan silika oleh asam karbonat dan sebagian dihasilkan dari aktivitas panas bumi. Lempung membentuk gumpalan keras saat kering dan lengket apabila basah terkena air. Sifat ini ditentukan oleh jenis mineral lempung yang mendominasinya. Mineral lempung digolongkan berdasarkan susunan lapisan oksida silikon dan oksida aluminium yang membentuk kristalnya. Golongan 1:1 memiliki lapisan satu oksida silikon dan satu oksida aluminium, sementara golongan 2:1 memiliki dua lapis golongan oksida silikon yang mengapit satu lapis oksida aluminium. Mineral lempung golongan 2:1 memiliki sifat elastis yang kuat, menyusut saat kering dan memuai saat basah. Karena perilaku inilah beberapa jenis tanah dapat membentuk kerutan-kerutan atau “pecah-pecah” bila kering.
Kerajinan kayu artinya pembuatan barang-barang bahan kayu yang dihasilkan melalui ketrampilan tangan manusia. Terkait dengan penelitian ini adalah pembuatan barang-barang bahan kayu yang berupa relief dan patung dengan motif bentuk binatang kaki empat dan binatang laut yang dihasilkan melalui ketrampilan tangan manusia. Selain pengertian diatas juga membutuhkan teori sebagai pendekatan masalah agar sasaran yang diinginkan dapat tercapai. Penggunaan beberapa teori selalu ada kaitannya dengan sasaran yang telah ditentukan,bahan kayu yang bagus adalah kayu jati Kerajinan kayu indonesia seperti kerajinan khas kalimantan yang sangat unik dan kreatif. Ada diantaranya berupa patung, anyaman tas, dan kerajinan lain.Telisik demi telisik menurut keterangan warga setempat, kerajinan kayu dan barang kerajinan ini bersifat sekunder. Artinya pembuatannya merupakan pekerjaan sambilan dan membutuhkan waktu yang lama. Secara otomatis harga jualnya pun juga ikut mahal. Bahan kerajinan kayu dan barang kerajinan yang diambil dari kerajinan tangan indonesia khususnya daerah kalimantan berasal dari hutan adat,Pengambilannya tidak secara masal, namun sesuai kebutuhan adat. Dan hal inilah yang menjadi faktor pengaruh masih lestarinya hutan adat di kalimantan.
Kerajinan Tangan adalah kegiatan menciptakan suatu produk atau barang
yang dilakukan oleh tangan dan memiliki fungsi pakai atau
keindahansehingga memiliki nlai jual. Kerajinan tangan yang memiliki
kualitas tinggi tentu harganya akan mahal, jika kalian memiliki
keterampilan dan berusaha untuk membuat suatu produk mungkin dengan
kerajinan yang akan anda memiliki bisa menjadi suatu usaha yang
menjanjikan. Contoh Kerajinan Tangan: Sulam, seni lipat, renda, bordir,
seni dekoratif dan sebagainya.
kerajinan tangan mempunyai 2 fungsi, yaitu fungsi pakai dan fungsi hias.
Fungsi pakai adalah kerajinan yang hanya mengutamakan kegunaan dari
benda kerajinan tersebut dan memiliki keindahan sebagai tambahan agar
menjadi menarik.
Fungsi hias adalah kerajinan yang hanya mengutamakan keindahan tanpa
memperhatikan guna dari barang tersebut, contoh kerajinan ini seperti
miniatur, patung, dan lain-lain yang hanya menjadi kenikmatan bagi siapa
saja yang melihatnya.
Kerajinan Tangan jika dilihat dari segi bahan di bagi menjadi 2 yaitu:
Kerajinan bahan keras
Produk kerajinan dari bahan keras yaitu produk kerajinan yang
menggunakan bahan dasar yang bersifat keras. Beberapa bahan keras yang
digunakan dalam pembuatan produk kerajinan dapat dibagi menjadi 2, yaitu
sebagai berikut.
Bahan keras alami, yaitu bahan yang diperoleh di lingkungan sekitar kita dan kondisi fisiknya keras. Misalnya; kayu, bambu dan rotan.
Bahan keras buatan, yaitu bahan-bahan kerajinan. Misalnya; berbagai jenis logam dan fiberglass.
Kerajinan bahan lunak
Kerajinan bahan lunak merupakan suatu produk kerajinan yang
menggunakan bahan bersifat lunak sebagai dasar pembuatannya. Bahan lunak
terbagi ke dalam 2 jenis yakni bahan lunak alami dan bahan lunak
buatan.
Bahan lunak alami, merupakan bahan lunak yang diperoleh
dari alam. cara pengolahanya pun alami tidak dicampur dengan bahan
buatan. Contoh bahan lunak alami; tanah liat, serat alam dan kulit
hewan.
Bahan lunak buatan, merupakan bahan untuk karya kerajinan
yang diolah menjadi lunak. Contoh bahan lunak buatan; bubur kertas,
gips, fiberglass, lilin, sabun, spons dan lain-lain.